Selasa, 03 November 2015

Akhlak Untuk Kita

“Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun (خُلُقٌ)   yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun (جَلْقٌ) yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq (جَالِقٌ) yang berarti sang pencipta, demikian pula dengan mkhluqun (مَجْلُوْقٌ) yng berarti yang diciptakan.
Kata akhlak adalah jamak dari kata khalqun atau khuluqun yang artinya sama dengan arti akhlak sebagaimana telah disebutkan di atas. Baik kata akhlak atau pun khuluk kedua-duanya dijumpai pemakaiannya baik dalam Al Qur’an maupun Al Hadits, sebagai berikut:
وَ اِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( القلم : 4 )
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al Qalam: 4)
اَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا وَ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الترمذى)
Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang sempurna budi pekertinya. (HR. Tirmidzi)

Akhlak terhadap Tuhan
Syarat berahlak terhadap Tuhan adalah harus tahu benar apa yang dimaksud dg Tuhan baik secara Goib maupun nyata, karna Tuhan itu maha Ghoib dan nyata yang sebenarnya semua itu satu paket ada di dunia ini.
Pada umunya orang hanya bisa beriman adanya Tuhan karena pengetahuan yang turun temurun entah itu kebenaranya masih murni atau sudah dikurangi sedikit demi sedikit sehingga kebanyakan orang tidak bisa merasakan adanya Tuhan di kehidupanya itu terjawab dengan tingkahlaku yang menyimpang dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Untuk membuka tabir tentang hakikat Tuhan yang pengetahuanya tidak datang secara tiba-tiba namun perlu usaha yang keras seperti halnya yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW, Semoga kita ditunjukan jalan yang Tuhan ridhoi agar kita bisa berakhlak terhadap Tuhan sesuai dengan posisikita sebagai hambanya.